Mata Kuliah Sejarah Musik Gereja membantu Mahasiswa JCM Menemukan Akarnya
Sementara melihat konsep terdepan seperti teknologi terkini dan tren masa depan dari musik Kristiani adalah norma dari ruangan perkuliahan di Kampus Musik Jubilee, mahasiswa di JCM mengambil langkah mundur semester ini untuk melihat beberapa sejarah dibalik pembelajaran musik mereka.
"Merupakan hal yang baik mengetahui darimana kita berasal. Apakah latar belakang kita? Apakah kisah kita? Ini kebenaran sesungguhnya dalam musik gereja." .” ujar Dekan JCM Dr. Smoak, yang mengajar mata kuliah pembuka untuk MH100 Sejarah Musik Gereja I pada hari Kamis di Olivet. Mahasiswa JCM bersiap untuk mengabarkan injil kepada ‘generasi network’ melalui musik; khususnya melalui musik praise &worship kontemporer, yang menjadi musik gereja pada generasi ini. Peninjauan sejarah musik gereja akan membantu mahasiswa JCM lebih memahami arus tren dalam musik Kristiani dan dengan demikian membuat mereka menjadi saksi mata yang lebih efektif terhadap ‘generasi network’.
Mata kuliah ini khususnya mengambil survey secara luas terhadap musik gereja, termasuk materi musik Alkitab, himne Latin dan Yunani, dan musik gereja Barat mula-mula termasuk didalamnya himne Isaac Watts dan Charles Wesley. Bacaan utama dari kuliah ini akan diambil dari standar Jubilate II Donald Hustad: Musik Gereja dalam “Worship and Renewal.”
“Buku ini klasik,” komentar Smoak, yang menyebutkan Hustad menjadi pengajar dalam pelayanan musik gerejanya sendiri. Selama lebih dari 20 tahun sekarang ini akan menjadi naskah utama dalam bahan pelajaran musik gereja penginjilan.
Dilengkapi dengan penyajian ibadah penyembahan dan hadirin konser, MH100 Sejarah Musik Gereja memberikan hasrat kepada mahasiswa JCM untuk menemukan akar mereka.
"Sungguh benar saat kamu melangkah menuju Olivet kamu akan mendapat perspektif terhadap masa depan," kata Direktur JCM Cristopher Chou, "tetapi tentu saja sama seperti yang ditekankan disini pada pengertian dan pengargaan terhadap masa lalu. Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat melainkan untuk menggenapinya, dan kami berharap bahwa pembelajaran bersejarah kami di JCM membolehkan para mahasiswa untuk bersatu dengan para pemusik besar Kristiani masa lalu dan menghargai kerja keras serta pengorbanan mereka."
|